Showing posts with label 2017. Show all posts
Showing posts with label 2017. Show all posts

Wednesday, February 8, 2017

Alasan untuk Bersyukur

By Mulyadi Irawan
 
Rumah Damai di Gunung Pati
Gunung Pati tempat kami mendirikan Rumah Damai berada tepat dibawah kaki gunung. Tinggal di kaki gunung selalu membuat saya terpukau dengan lingkungan alam Tuhan disini lingkungan yang masih sangat asri, penuh pohon, udara yang sejuk, air yang segar, dan tidak banyak kebisingan kendaraan bermotor ataupun asap kendaraan bermotor yang ada hanya suara warga yang bercengkrama satu sama lainnya dan kegiatan anak-anak kami disini. Suasana yang sejuk dan penuh ketenangan ini memang menjadi salah satu alasan saya menderikan Rumah Damai disini.

Dulu saya senang sekali ketika bisa mandi dengan air yang sangat segar dan dingin di pagi hari tapi sekarang agak kesulitan untuk mandi dengan air dingin. Pada dasarnya mungkin saya memag takut air dingin, tapi usia juga tidak bisa menipu. Sehingga terkadang saya harus memanaskan air terlebih dahulu sebelum mandi, Istri saya menyarankan untuk memasang beberapa pemanas air di kamar mandi rumah kami. Setelah dipikir-pikir, memasang pemanas air adalah ide yang bagus karena saya tidak perlu menghabiskan waktu untuk memasak air dahulu sebelum mandi dan setelah kami melihat perangkat dan biaya pemasangan kami akhirnya memutuskan untuk memasang beberapa dirumah kami.

Setelah cukup lama menggunakan pemanas air ini, beberapa bulan yang lalu saat saya menyalakan air untuk mandi tiba-tiba airnya menjadi dingin sekali. Saya berpikir mungkin gasnya sudah habis, saya keluar untuk mengganti tabung gas namun tetap saja airnya dingin. Saya pindah ke kamar mandi anak-anak, sudah cukup lama mereka tidak menggunakan pemanas air ini beruntung pemanas air milik mereka masih bisa digunakan. 

Siang harinya saya mencoba memperbaiki sendiri alat pemanas air tersebut, setelah berkutat dengan pemanas air tersebut selama beberapa jam. Tetap saja saya tidak menemukan masalahnya dan tidak bisa memperbaikinya. Akhirnya saya membawa ke toko dimana saya membeli pemanas air ini, kebetulan toko tersebut juga menyediakan jasa service. 3 hari kemudian, mereka mengantarkan kembali pemanas air yang sudah selesai diperbaiki dan memasangnya kembali. Puji Tuhan saya dapat mandi dengan air hangat lagi.

Malam harinya saat ingin berdoa, saya merenungkan kejadian sederhana ini. Dan saya menyadari bahwa saya lupa mengucap syukur dengan pemanas air yang saya miliki ini, karena alat ini saya bisa mandi dengan air hangat tanpa perlu memasak air. Sementara di luar sana mungkin banyak yang sedang kedinginan dan tidak bisa menikmati air panas untuk mandi. Saat itu saya diingatkan Tuhan untuk mengucap syukur dan berterima kasih atas segala sesuatu yang terima dan saya miliki sekecil apapun itu.

Sudahkah kamu mengucap syukur kepada Tuhan hari ini?

Mungkin untuk sesuatu yang kelihatannya sepele, seperti segelas teh hangat, secangkir susu, atau segelas air putih? Sudahkah kita mengucap syukur dan berterima kasih untuk senyuman dari orang-orang yang kita kasihi atau sapaan dari orang-orang sekitar kita?

Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 5:18 mengajarkan kita untuk "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". Untuk itu ingatlah selalu ada alasan untuk sebuah ucapan syukur.

Salam Damai, Tuhan memberkati kita semua.
Amin!

Friday, January 6, 2017

"Saksi" dan "Pelaku"

By Mulyadi Irawan

Selamat tahun baru 2017, semoga ditahun yang baru ini segala harapan dan impian dapat terwujud dan tahun 2017 ini menjadi tahun yang luar biasa bagi kita semua.

Diawal tahun 2017 ini saya mendapatkan suka cita yang sangat besar. Salah satu impian anak saya Sammy untuk membuka usaha sendiri bersama sahabatnya Otto menjadi kenyataan. Sammy dan Otto berhasil membuka restoran bakmi di Jakarta. Tepatnya di Jakarta Barat, dengan nama "bakmi ayam karet Alung Krekot". Tidak hanya saya dan istri saya yang membantu mereka, namun Grace dan Yosua juga turut terlibat dari awal proses sampai sekarang. Saya merasakan suka cita yang sangat besar, tidak hanya karena Sammy berhasil mencapai impiannya di tahun 2017 tapi juga karena melihat seluruh anggota keluarga dapat berkumpul dan bahu membahu membantu satu sama lainnya. Semangat yang sangat luar biasa ini mengingatkan saya pada saat saya masih aktif di dunia bisnis, saya menjadi semakin bersemangat membantu mereka.

Beberapa bulan yang lalu sebelum saya berangkat ke Jakarta untuk membantu Sammy, saya dan Grace sempat mengunjungi sebuah toko donat dan yogurt dari Jakarta yang membuka cabang pertamanya di Semarang, saya ingin memberikan beberapa buah donut kepada anak-anak kami di Rumah Damai dan Grace ingin membeli yogurt. Pelayanan di toko tersebut cukup lambat karena hanya satu orang pelayan saja yang melayani. Sedangkan banyak sekali pembeli yang datang dan satu pembeli bisa membeli rata-rata satu atau dua lusin donat. Saya sendiri cukup takjub melihat pelayan tersebut yang mampu melayani pembeli-pembeli yang datang. Walaupun pelayan tersebut sebenarnya cukup cekatan, tapi karena dikerjakan sendiri pelayanan menjadi terasa lambat.

Singkat cerita, saya sudah mengantri kurang lebih 30 menit. Antrian dibelakang saya juga sudah cukup panjang. Banyak pembeli sudah mulai menggerutu karena lambatnya pelayanan, karena sudah datang dan mengantri daritadi saya anggap saja ini sebagai latihan kesabaran. Sementara itu di barisan lain, Grace yang sedang mengantri dengan sabarnya mendadak antriannya dipotong oleh seorang ibu-ibu. Grace hanya terdiam saja, sesudah membeli yogurt tersebut. Grace berkata kepada saya, "Heran ya Pi, dulu pas sekolah kita diajarin baris berbaris. Tapi nyatanya banyak orang tidak mau berbaris dengan rapih dan malah menyerobot." Saya berkata kepada Grace "Ya namanya juga cuma sebatas teori tidak ada praktek. Dimaklumi saja ya Grace."

Pelajaran tinggalah pelajaran, begitu juga firman Tuhan. Tuhan mengingatkan saya bahwa mendengarkan dan melakukan firman Tuhan adalah dua hal yang berbeda dan harus dijalankan beriringan. Jika kita tidak mempraktekan atau menjadi pelaku firman, maka kita hanya menjadi saksi yang mendengar dan melihat firman Tuhan saja dan firman Tuhan hanya menjadi teori sehingga kita tidak menjadi berkat bagi orang lain.
  
(Source: Victory Church)
Firman Tuhan dalam Yakobus 1:22 "Dan jadilah pelaku firman, bukan hanya pendegar yang menipu diri sendiri". Namun, jika kita hanya menjalankan firman Tuhan yang kita tahu dan kita dengar saja, kita tidak dapat berkembang lebih lagi, karena firman Tuhan yang kita ketahui menjadi terbatas. Untuk itu Tuhan meningatkan kita untuk mendengar dan menjalankan firman Tuhan disaat yang bersamaan agar kita dapat hidup didalam firman Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang disekitar kita. Seperti yang tertulis dalam Lukas 11: 28 "Berbahagialah mereka yang mendengar firman Allah dan memeliharaNya".

Salam damai, Tuhan berserta kita semua
Amin!